Siapa yang tak mengenal rokok? Yap, rokok telah lahir sejak jaman nenek buyut kita. Dari sebutir cengkeh bisa menghasilkan kenikmatan yang luar biasa bagi penikmatnya.
Sejak jaman dulu ketika rokok masih pahit hingga sekarang memiliki rasa dari cool hingga black cappuccino, rokok telah memiliki banyak pemuja. Baik kaum wanita maupun laki-laki. Namun, sebagian besar penikmat rokok dikuasai oleh kaum pria, dimana setiap mereka merasa kehilangan setengah nyawa sama dengan ketika satu jam tidak menghisap puntung rokok.
Para kaum pria kebanyakan menganggap rokok sebagai sumber inspirasi mereka. Tak dapat dipungkiri lagi, rokok telah menjadi sebagian hidup mereka. Khususnya disaat mereka terpuruk dan tak memiliki kawan, mereka akan menghisap beberapa kotak rokok dan ajaib mengembalikan mood mereka yang sempat hilang.
Dan entah ada kandungan apa dalam rokok, yang dapat membuat imajinasi mereka lebih berwarna dalam segala hal apapun. Rokok pun sudah merajalela, menjadi penutup hidangan dari sarapan hingga makan malam.
Padahal sudah terbukti kerugian rokok yang amat sangat membahayakan untuk tubuh, namun tak sedikit pun dari mereka yang takut ataupun menjauhi rokok. Bahaya rokok tak hanya dirasakan oleh penikmat saja, namun juga orang-orang yang berada disekitarnya. Contohnya saya. Seorang anak pelajar yang masih menuntut ilmu, ketika berkumpul bersama teman-teman dalam rangka mengerjakan tugas kelompok sekolah. Para kawan lelaki dengan gaya tanpa bersalah mengeluarkan sekotak rokok lengkap dengan korek gasnya, dan dalam waktu beberapa menit mampu melenyapkan puntung rokok menjadi asap-asap yang terbang tercampur bersama angin. Entah apa yang terasa dalam asap merugikan itu, namun mereka menikmati hingga hisapan terakhir.
Keajaiban rokok hingga saat ini belum merasuki aliran darah saya, nikmatnya pun belum saya rasakan. Entah malaikat apa yang melindungi saya hingga mampu bertahan dikalangan anak muda jaman sekarang yang sangat mustahil untuk asing dengan rokok.



yo ora..
BalasHapus